keterangan

Vitalia Sesha Pernah ditawari Rp 100 Juta untuk Pose Nude

Vita yang pernah disangkut-pautkan dengan Ahmad Fathanah, pelaku kasus suap kuota daging sapi impor itu pernah merasakan mendapatkan tawaran mengiurkan dari pria hidung belang untuk foto nude. Harga sebesar Rp100 juta pernah datang kepada dirinya. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah.

Jalan-jalan di Pantai Kuta Lombok

Ternyata, pantai Kuta tidak hanya dimiliki oleh Pulau Bali saja, Lombok-pun juga memiliki pantai yang kebetulan juga sama namanya, yaitu pantai Kuta yang tidak kalah indah. Pantai yang keberadaannya terletak di Kabupaten Lombok Tengah ini memiliki pantai putih sepanjang 7,2 kilometer tergolong masih sangat asri.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Bliss Park
Tampilkan postingan dengan label Periskop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Periskop. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2015

Pasar Lipat Kajang Segera Direhab

Manggar, Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) akan segera merahabilitasi Pasar Lipat Kajang Kecamatan Manggar. Hal ini disebabkan kondisi pasar yang masih kumuh, bau serta dianggap kurang layak. Beberapa bagian akan dirombak seperti besaran plang, pintu utama, saluran air, WC, tempat pembuangan limbah cair serta menambah taman dan lahan parkir.

Saat ini Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Beltim sedang dalam tahap sosialisasi dan butuh masukan dari para pedagang dan konsumen pasar. Recananya Bulan Juli 2015, seusai Idul Fitri pasar akan direhabilitasi.

“Konsultan kita saat ini masih membutuhkan masukan dari pedagang. Kemungkinan rehab kita lakukan pada Bulan Juli ini. Kita ingin menyesuaikan dengan permintaan pedagang dulu,” terang Kepala Disperindagkop Kabupaten Beltim, Syahrial saat Sosialiasi Rehabilitasi Pasar dengan Pedagang di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (18/5).

Untuk anggaran Syahrial menyebutkan rehab pasar akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,3 milyar dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sharing APBD. Untuk pelaksanaan proyek rehabilitas akan dilelang melalui Unit Layanan Pengadaaan (ULP).

“Jadi nanti kita ingin membuat WC baru di luar pasar, selama ini tidak berfungsi. Kita juga akan menambah kios di dalam, terus akan memperbesar plang, memperbaiki saluran air limbah dan membuatkan sumur bor untuk air. Kita juga akan membuatkan mussollah, pintu utama akan kita buat jadi 4, bukan hanya dua. Nanti fokus rehab bagian bawah, untuk atas jika ada permintaan kita siapkan,” kata Syahrial.

Bupati Beltim Basuri T Purnama mendukung adanya rehab pasar. Ia mengatakan sudah lama berharap agar Pasar Lipat Kajang segera direhab. Ia menilai Pasar sangat penting, bukan hanya dari sisi ekonomi tapi juga sebagai penunjang pariwisata.



“Pasar ini kan bau. Makanya kita renovasi alurnya semua kita perbaiki, drainasenya sehingga ke depan pasar ini jadi tidak bau dan lebih enak dipandang. Kita mau bersih bagus dan indah. Pasar ini kan gerbang terdepan pariwisata kita. Dari marina, ASDP kita pasti lewat sini. mereka akan melihat berbelanja di sini, kalau Pasar kita masih kotor dan bau kesan mereka terhadap kita akn seperti itu,” ujar Basuri.

Selama proses rehab yang diperkirakan akan memakan waktu 6 bulan, para pedagang pasar akan dibebaskan membayar sewa. Basuri juga meminta agar para pedagang mengawasi proses rehab.

“Tolong nanti pas rehab bantu diawasi. Foto jika ada yang tidak sesuai. Kita ingin agar pasar ini benar-benar jadi pasar moderen yang layak. Silahkan diadukan ke saya jika ada temuan,” pintanya.

Para pedagang Pasar Lipat Kajang menyatakan setuju pasar direhab. Mereka juga selama ini merasa pasar masih kurang layak.

“Baunya itu pak dak tahan. Mau makan di sini aja kita jadi tidak bisa makan saking baunya. Pelanggan kita juga banyak yang dak betah,” ungkap Suprianti (42) salah seorang pedagang sayur di Pasar Lipat Kajang Manggar.

Warga Desa Kurnia jaya yang sudah belasan tahun berdagang di Lipat Kajang ini berharap pada rehab nanti pintu utama akan banyak dibuka. Serta sietem ventilasi biar udara bersirkulasi.

“Kami sih setuju cuman kami minta pintu utama jangan cuman satu dua kalau bisa empat. Biar pedagang lain kebagian. Setiap dua palang ada jalan keluar. Terus ventilasinya dibenerin,” ujarnya. @2!

Silaturahmi Klub Motor Tua

Manggar, Beltim - Scooter In Manggar Club (SIM-C), komunitas vespa yang baru berdiri pada tanggal 04 -04-2015, menggelar silaturahmi / kopi darat bersama sejumlah klub motor vespa dan CB yang ada di Belitung dan Belitung Timur antara lain Belitung Timur Scooterist (Betis), Belitung Lawas Community (Belaty) chapter Tanjungpandan, Damar dan Manggar, dan Drop Out Scooter (D.O.S) belitung.

Acara yang digelar di Warkop Masbro-Kulong Minyak Manggar Belitung Timur pada hari sabtu lalu (16-05-2015), merupakan kali pertama bagi SIM-C mengadakan acara silaturahmi antar klub motor antik dengan maksud dan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama pecinta motor lawas se-Belitung, ucap Bayu Guntara selaku Ketua Klub motor vespa SIM-C saat ditemui seusai acara.

Bayu juga menuturkan bahwa gelaran ini selain untuk menyambut kunjungan komunitas vespa dan CB dari Tanjungpandan sekaligus untuk memperkenalkan SIM-C yang baru berdiri kepada klub motor lainnya tanpa bermaksud membuat persaingan dengan klub motor lain yang telah berdiri sebelumnya. Klub ini didirikan murni bertujuan untuk menyalurkan hobi sesama scooterist dan menambah saudara sebagaimana slogan vespa “Satu Vespa Sejuta Saudara”.

Kurang lebih 100-an motor antik turut hadir memeriahkan acara ini, dan tersusun rapi menghiasi jalan di seputaran Kulong Minyak terdiri dari motor vespa dan CB dengan berbagai jenis dan type. Beberapa kendaraan telah dimodifikasi dan dipasang aksesoris untuk mempercantik tampilan motor, serta ada sebagian yang tetap mempertahankan orisinalitas motor antik tersebut.



Vespa tergolong salah satu motor unik, dan bisa dikatakan merupakan motor sepanjang masa karena dari awal pembuatannya sampai saat ini masih terus diproduksi. “kalau saya punya kenangan tersendiri dengan vespa ini, sejak kecil telah mengenal vespa hingga saat ini masih sangat menggemari motor ini.” Ujar Indra, salah satu anggota klub yang hadir.


Acara yang terdiri dari sambutan dan perkenalan club oleh ketua SIM-C, pemotongan tumpeng, foto bersama dan Safety Ridding mengelilingi kota Manggar dengan rute perjalanan dari kolong minyak - pantai Lalang - pasar manggar-pantai Serdang, lalu berakhir di simpang kater sekaligus melepas rombongan motor yang berasal dari Tanjungpandan.(br)

Jumat, 15 Mei 2015

Menteri Puan Maharani : Belajar Pengetasan Kemiskinan ke Beltim


Manggar, Beltim – Sebanyak 19 orang rombongan pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat melakukan kunjungan kerja terkait pengetasan kemiskinan ke Kabupaten Belitung Timur, Selasa (12/5). Rombongan yang terdiri dari 11 orang anggota komisi IV DPRD Bogor dan 9 orang pimpinan SKPD dan pejabat esselon II Kabupaten Bogor ini diterima oleh Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri di Ruang Rapat Bupati Beltim.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Iyos Suderajat mengungkapkan alasannya datang ke Kabupaten Satu Hati Bangun Negeri ini dikarenakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani pernah menginformasikan jika ingin belajar pengentasan kemiskinan datanglah ke Kabupaten Beltim. Selain itu, Kabupaten Beltim dipilih karena pernah mendapatkan penghargaan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI, dengan mengandalkan Program Keluarga Pelangi (PKP).

“Menteri Puan Maharani pernah menginformasikan, belajarlah ke Beltim untuk pengetasan kemiskinan. Kita juga ingin belajar bagaimana PKH ini ada kekhususan, tadi ada program PKP nah itulah yang kita pelajari,” ungkap Iyos.

Iyos menyebutkan Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 434 desa dengan jumlah penduduk mencapai 5,3 juta jiwa. Saat ini 500 ribu penduduk Bogor masih berada di bawah garis kemiskinan, dengan angka kemiskinan yang meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 9,11 persen atau mencapai 155 ribu kepala keluarga (KK).

“Makanya sangat menarik mengetahui kiat Beltim dalam menurunkan angka kemiskinan. Kita juga mengajak anggota komisi 4 DPRD Bogor untuk bersama-sama belajar untuk memerangi kemiskinan di tempat kami,” ujar Iyos.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Septarini mengatakan kunjungan mereka kali ini sangat tepat dan akan menjadikan program-program pengetasan kemiskinan Kabupaten Beltim referensi Kabupaten Bogor.


“Kita dari komisi 4 yang menangani masalah kesra, dan kebetulan yang jadi sorotan kami adalah penanggulangan kemiskinan. Ternyata di sini potensinya luar biasa penanganan kemiskinannya, sudah sangat mengena tepat sasaran. Itu yang ingin kami jadikan referensi,” kata Septa.

Septa yang mengaku baru pertama kali mengunjungi Beltim ini menytakan akan mengadopsi Perda dan juga Pelayanan Satu Pintu (PSP) Penanggulangan Kemiskinan. Selain itu, Pemkab Bogor juga sangat tertarik untuk mempelajari One Stop Service untuk layanan kesehatan gratis di RSUD.

“Kita memang belum ada Perda penangulangan kemiskinan. Jadi begitu banyak yang dapat kami pelajari dari sini, jadi semangat baru kami untuk pengetasan kemiskinan. Selain itu kami juga sulit untuk pelayanan kesehatan, makanya One Stop Service itu yang ingin kami tiru dan coba. Cuman di Bogor permasalahan yang dihadapi jauh lebih rumit dan banyak tantangannya, bagi dari segi jumlah penduduk maupun luas wilayahnya,” ujarnya. Angka kemiskinan Kabupaten Beltim saat ini mencapai 6,9 persen atau sekitar 7300 jiwa. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 7,13 persen, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan beberapa award yang diperoleh Kabupaten Beltim dalam pengetasan kemiskinan membuat Kabupaten Beltim sering merima kunjungan kerja dari kabupaten/kota lain di Indonesia yang ingin belajar mengenai cara penanggulangan kemiskinan. @2!

Ketua Umum PB PGRI Saksikan Pelantikan Pengurus PGRI Beltim

Manggar, Beltim – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2015-2020 dikukuhkan dan dilantik Ketua PGRI Provinsi Babel yang diwakili Syamsumin selaku ketua bidang organisasi dan Kaderisasi PGRI Provinsi Babel yang berlangsung di Gedung Auditorium Pemkab Beltim, Rabu (13/5).

Pelantikan sekaligus seminar sehari tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dr. Sulistyo M.Pd dan Bupati Belitung Timur Basuri T. Purnama serta ratusan guru se-Kabupaten Beltim.

Dalam seminar sehari tersebut, Sulistyo mengatakan, tantangan PGRI mendatang lebih kompleks, terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, dia menambahkan, kinerja organisasi dituntut semakin maksimal dalam mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, terlindungi untuk pendidikan bermutu.

“Tantangan yang dihadapi guru yakni adanya pihak yang ditengarai menghambat pencairan tunjangan profesi guru, namun Presiden Jokowi sudah meyakinkan bahwa tunjangan profesi guru tidak akan dihapus,” kata Sulistyo disambut riuh tepuk tangan ratusan guru se-Beltim.

Sulistyo juga berharap, guru honorer dan guru swasta mendapat perhatian.

“Saya juga memperjuangkan nasib guru honorer dan swasta agar mendapat tunjangan profesi,” tambah Sulistyo yang juga anggota DPD RI tersebut.

Seiring diterimanya tunjangan profesi guru, Sulystio meminta agar para guru dapat meningkatkan kinerjanya agar mutu pendidikan dapat meningkat. Peningkatan mutu pendidikan dapat dimulai dengan meningkatkan mutu guru dalam mengajar dan berprilaku profesional. Selain melalui program sertifikasi, berbagai penataran dan pelatihan guru merupakan bentuk dari upaya pembinaan tersebut.

“Tingkatkanlah profesionalisme guru. Terus terang, banyak guru yang dikirim penataran tapi tidak serius mengikuti. Mari kita perbaiki sistem ini. Nasib guru tidak akan berubah kalau bukan guru itu yang memperjuangkannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Beltim, Basuri menjelaskan PGRI sebagai organisasi profesi bertugas membina serta mengembangkan sikap, prilaku, dan keahlian para guru, agar mampu melakukan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Untuk itu, kebulatan tekad untuk meningkatkan mutu dan kemampuan profesional, serta tanggung jawab guru sebagai petugas profesi pendidikan, harus tetap dibina dan ditingkatkan.

 

“Saya berharap PGRI yang bertugas membina serta mengembangkan sikap, prilaku, dan keahlian para guru dapat dicintai sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat,” kata Basuri.

Selain itu, Basuri mengingatkan para guru untuk selalu menjadi panutan bagi anak didik dan anak-anaknya agar menghasilkan anak-anak yang berhasil dan berahlak mulia.

“Profesi guru merupakan tugas yang mulia dan panutan bagi anak didik dan anak-anaknya. Tanamkanlah agar anak-anak kita berhasil dikemudian hari.,” ungkap Basuri. (VER)

Selasa, 12 Mei 2015

Rencana dan Investasi Bidang Energi

PT PEA Butuh 25 Ribu Hektar  
Manggar, Beltim – PT Pandega Energi Asia (PEA) yang berencana menanamkan invetasi di bidang pembangkit listrik bio mass 100 megawatt di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Tak tanggung-tanggung, perusahaan energi terbarukan asal Indonesia ini akan menanamkan modal kurang lebih US$ 200 juta. Recananya PT PEA akan membutuhkan lahan seluas 25 ribu hektar untuk menanam naper grass (rumput gajah), sebagian besar lahan akan memanfaatkan lahan-lahan eks-tambang.

“Kita akan memperkenalkan biomass kepada masyarakat Beltim. Saat ini kita masih akan melakukan survey lahan dulu, di Kabupaten Beltim. Rencananya kita akan banyak memanfaatkan bekas lahan tambang, jadi konsepnya rehabilitasi plus lahan masyarakat,” ungkap President Director (CEO) PT PEA, Agus Murdiyatno usai bertemu dengan Bupati Beltim, Basuri T Purnama di ruang kerjanya, Senin (11/5).

Agus yang didampingi oleh Advisor PT PEA, Helmi Yahya dan dua kolega dari Malaysia ini mengungkapkan lahan seluas 25 ribu hektar dibutuhkan untuk menanam rumput gajah, sebagai bahan baku untuk pembangkit. Rumput dengan nama latin ini pennisetum purpureum bisa dipanen setiap 3-4 bulan. Jika PT PEA yang bergerak dalam bidang daur ulang & lingkungan jadi membuka usahanya di Kabupaten Beltim, perusahaan pengusung The Green Energy Initiative ini akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 10 ribu orang.

“Rumputnya kita olah langsung di sini untuk jadi pembangkit. Selain itu ada juga wood pelle dan pakan ternak. Kalau nilai investasin hitungannya simpel, untuk standard internasional satu megawat itu nilainya satu setengah hingga dua juta US dollar, jadi silahkan kawan-kawan wartawan hitung sendiri berapa totalnya. Namun kita bangun bertahap dulu tidak langsung seratus watt. 30 watt dulu, terus 30 watt lagi baru 40 watt,” kata Agus.

Ketika ditanya kemungkinan dan kapan akan memulai proyek besar ini, Agus mengatakan masih perlu melihat dan mensurvey kondisi dan ketersedian lahan yang ada. Namun Ia meyakinkan dari beberapa tempat di Indonesia yang sudah disurvey, ketersedian lahan dan dukungan pemerintah Kabupaten Beltim, membuat PT PEA kemungkinan besar akan menanamkan modalnya di Beltim.

“Kita lihat di sini banyak lahan ekstambang yang bisa direhabilitasi. Kita sebelumnya sudah ke Aceh, dan Kalimantan tapi di sini kayaknya lebih baik,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Beltim menyatakan siap dan mendukung rencana investasi PT PEA. Jika ini terwujud, menurutnya akan banyak memberikan keuntungan, bukan hanya bagi perusahaan tapi juga bagi masyarakat dan pemerintah.

“Ini konsepnya kerjasama yang harus saling menguntungkan. Jika jadi, yang jelas lahan-lahan eks tambang kita akan direhabilitasi. Terus akan membuka lapangan pekerjaan dan mengatasi krisis energi di Pulau Belitung,” kata Basuri.

Basuri menilai PT PEA cukup serius dan meminta agar masyarkat mendukung.

“Soalnya kerjasama ini akan melibatkan masyarakat jadi mohon didukung. Kalau keseriusan semua calon investor yang ingin menamakan modalnya ke sini saya anggap serius. Doakan saja kerjasama ini terwujud,” tutupnya. @2!

Rencana Belitung Timur Bangun Kebun Raya

Kebun Raya Di Beltim Menjanjikan

Manggar, Beltim – Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Didiek Widiatmoko menyatakan rencana pembangunan kebun raya di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sangat menjanjikan. Ia menganggap kebun raya di Beltim mempunyai karakteristik hutan kerangas yang khas dan belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Untuk itu Ia berharap komitmen pemerintah daerah untuk segera merealisasikan rencana pembangunan kebun raya.

“Saya pikir kebun raya Manggar ini sangat bagus dan menjanjikan. Karena Kabupaten Beltim ini punya banyak potensi. Karakteristik ekosistem hutan kerangas (hip forest) yang kami belum punya kebun raya di seluruh Indonesia,” kata Didiek seusai acara Sosialisasi dan Inventarisasi Pembangunan Kebun Raya di Ruang Rapat Lantai Bawah Kantor Bupati Beltim, Senin (11/5)

Didiet menjelaskan Hutan Kerangas merupakan hutan dengan type di mana kanopinya terbuka, banyak tumbuhan-tumbuhan di situ, seperti nepentes, kantong semar, keraktoksilum, bambu-bambu hutan yang khas, dengan pasir kuarsa, terus tanahnya apocol. Hutan type ini diakuinya belum dimiliki oleh kebun raya mana pun di seluruh Indonesia.

“Dari rencana 96 hektar lahan kebun raya itu, kita harus memilih-memilah tanahnya, dan yang jelas harus clean and clear. Kalau kita dari LIPI inginnya kebun raya ini mengkonservasi mayoritas tanaman lokal fokusnya. Kalau untuk fauna itu bisa menyesuaikan burung-burung, atau jenis-jenis serangga lainnya untuk membantu proses penyerbukan,” jelas Didiek.

Peneliti LIPI ini juga berharap pemerintah daerah berkomitmen dan segera dibuatkan master plannya. LIPI sendiri menyanggupi untuk membantu eksplorasi, pembibitan, penambahan keragaman tanaman, dan pelatihan SDM-nya.

“Rencananya tahun ini sudah harus disurvey. Kita berharap akhir tahun ini atau awal tahun mendatang, pemda sudah membuat master plannya. Kalau untuk anggaran bisa sharing antara APBD dan APNB, namun untuk SDM-nya harus dari Beltim semua. Jadi Pemda menyediakan lahan, SDM, organisasi seperti UPTD atau Kantor untuk kebun raya,” ujar Didiek.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Kabupaten Beltim, Mathur Noviansyah menyatakan Pemkab Beltim serius dan berkomitmen untuk membangun kebun raya. Hanya saja Ia menyebutkan ada tahap-tahap yang harus terlebih dahulu dilakukan.

“Pertama kita harus memastikan status kepemilikan lahan atas masyarakat (clean & clear), terus kita harus melakukan penguatan atas kebun raya, kalau itu minimal harus ada Perdanya. Baru nanti bisa masuk ke program pengembangan atau pembangunan kebun rayanya,” jelas Mathur.

Untuk pembuatan master plan kebun raya, Ia mengakui jika saat ini belum mungkin bisa dilakukan mengingat anggaran untuk master plan mencapai ratusan juta rupiah. Untuk itu, Ia berharap pembuatan master plan dianggarkan pada SKPD Kementrian Pekerjaan Umum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menaungi ruang terbuka hijau.

“Kalau untuk master plan bisa mencapai 800 juta rupiah. Karena di sana ada riset perencanaan yang melibatkan kelembagaan, tenaga ahli serta butuh waktu yang lama. Untuk segala sesuatu yang mengarah kepada pembangunan infrastruktur menjadi urusan kementerian PU dalam hal ini Cipta Karya, jika pun ada APNB yang dialokasikan dalam pembangunan infrastruktur kebun raya harus menggunakan tetap didampingi dengan APBD,” katanya.

Untuk realisasi tahap awal diakhir tahun ini, pemerintah daerah akan segera merealisasikan kejelasan status kepemilikan batasan lahan. Selain itu, pemerintah daerah akan menyiapkan substansi rancangan peraturan daerah yang mengatur kebun raya bisa disiapkan akhir tahun ini.

“Kalau untuk anggaran seluruhnya kebun raya ini relatif berbeda tiap daerah. Kayak kita punya ekosistem danau. Namun untuk fauna yang paling kita utamakan yang menjadi fauna lokal khususnya yang sudah punah, seperi pelanduk, pelile’an, tupai dan lain-lain. Ini akan kita jadikan koleksi atau bisa dikembalikan ke habitat asalnya,” tutupnya. @2!

Selasa, 05 Mei 2015

Nelayan Beltim Belajar Gunakan Alat Tangkap Gillnet

Manggar, Beltim – Sebanyak 30 nelayan di Manggar mengikuti Pelatihan Penangkapan ikan dengan menggunakan Alat Tangkap Gill Net (jaring insang) yang berlangsung di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Manggar, Senin (4/5).

Pelatihan yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Talafuddin ini dilaksanakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Beltim.

Pemerintah Daerah Kabupaten Beltim memberikan apresiasi kepada pihak BPPP Medan yang turut memberikan dukungan peningkatan kompetensi nelayan agar produktifitas para nelayan dapat meningkat.

“Saya mengapresiasi pihak BPPP Medan dalam meningkatkan produktifitas perikanan nelayan kita. Saya berharap pengetahuan dan ketrampilan para nelayan dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan meningkatkan pendapatan nelayan,” kata Talafuddin.

Talafuddin juga menyampaikan bahwa pemkab Beltim selalu mendukung dan fokus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

”Kita terus memberikan dukungan dan bantuan kepada nelayan, seperti bantuan seperti sarana dan prasara, alat tangkap, pelatihan dan sebagainya. Upaya ini agar kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya.

Menurut ketua penyelenggaraan pelatihan yang juga instruktur di bidang penangkapan ikan BPPP Medan, Hotler Panjaitan, pelatihan dilakukan agar mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan nelayan dalam menangkap ikan menggunakan jaring insang (gill net).

"Para nelayan diajarkan mengenal alat tangkap ikan yang ramah lingkungan yaitu jaring insang (gill net). Jaring ini dioperasikan di bagian permukaan laut, sehingga jaring ini tidak akan merusak ekosistem laut di bawahnya,” jelasnya.

Hotler mengatakan kebanyakan nelayan tradisional turun ke laut tidak terlalu jauh dari daratan karena masih banyak menggunakan alat tangkap sederhana. Dengan alih tehnologi gillnet diharapkan hasil tangkapannya dapat lebih meningkat dengan sasaran ikan tongkol dan tenggiri.

“Menggunakan alat tangkap jaring insang ini para nelayan bisa melaut lebih jauh dan hasilnyapun lebih banyak,” Sementara itu menurut Yusuf, salah seorang nelayan Manggar yang juga peserta mengakui pelatihan tersebut sangat bermanfaat. “Pengetahuan kamek jadi nambah dengan diajarin pake alat itu termasuk memperbaikinye,” kata Yusuf yang berprofesi nelayan 10 tahun. (VERA)

Linda Terpilih Jadi Ketua IBI

Manggar, Beltim – Linda S.SPi terpilih sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Belitung Timur (Beltim) masa bakti 2015 – 2020. Linda terpilih melalui voting suara pemilihan Ketua IBI dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III Kabupaten Beltim yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ Komplek Perkantoran Pemerintah Terpadu, Selasa (5/5).

Ketua Panitia Muscab IBI Kabupaten Beltim, Supeni menjelaskan Bidan Linda berhasil memperoleh 6 suara dari 14 suara yang diperebutkan. Linda berhasil mengungguli 9 orang calon kandidat Ketua IBI lainnya.

“Setiap suara mewakili 10 orang anggota IBI yang terdaftar. Yang terdaftar mengikuti Muscab III ini ada sekita 181 orang bidan se-Kabupaten Beltim,” ujar Supeni.

Selain memilih Ketua IBI masa bakti 2015 – 2020, Muscab III yang dibuka oleh Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri ini juga meneraokan Rencana Kerja Strategis (Rensta) IBI 2013-2018. Muscab IBI juga berencana membentuk Kepengurusan Ranting IBI di setiap kecamatan.

“Ke depan dalam waktu dekat ini kita juga akan melaksanakan program Bidan Delim untuk setiap bidan praktek mandiri. Kita juga akan meneruskan kerja sama dengan BPJS untuk bidan praktek,” terang Supeni.

Ketua IBI terpilih Kabupaten Beltim, Linda mengungkapkan sebagai organisasi yang mulia, IBI Kabupaten Beltim bercita-cita untuk menghapus angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Beltim. Tahun 2014 lalu, angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Beltim berhasil turun menjadi 1 jiwa, Ia berharap dimasa kepemimpinannya Ia akan mampu menurunkan angkat tersebut.

“Selaku Ketua IBI saya meminta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Kami ingin untuk berbuat bagi bidan se-Kabupaten Beltim untuk meningkatkan komptensi bidan di era globalisasi. Saya berharap IBI akan menjadi organisasi yang solid dan kompeten, sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Linda.

Linda yang menjabat sebagai Kepala Puskemas Manggar ini juga berencana untuk memberikan dan mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota IBI Kabupaten Beltim melalui seminar dan workshop. “Nanti kita akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, organisasi kewanitaan, pemuda serta pihak terkait untuk memberikan pelatihan bagi bidan yang ada di Beltim. Tujuan kita hanya satu untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat,” tutup Linda. @2!

KONI Bateng Belajar ke Beltim

Manggar, Beltim – Sebanyak 6 orang pengurus Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengunjungi Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan bertemu dengan pengurus KONI Beltim dan Panitia Pelaksana Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IV Kepulauan Bangka-Belitung Tahun 2014 lalu. Rombongan diterima oleh langsung oleh Wakil Bupati Beltim, Zarkani Mukri, Ketua Umum KONI Kabupaten Beltim, Komaruddin Muten, Mantan Sekretaris Porprov 2014 Evi Nardi, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Gustaf Pilandra, dan Wakil Ketua KONI Beltim Umar Hasan di Kantor KONI Beltim Komplek Perkantoran Pemerintah Terpadu, Selasa (5/5).

Kunjungan yang berlangsung di Kantor KONI Beltim ini bertujuan untuk belajar dan mengetahui trik keberhasilan dan kesuksesan Kabupaten Beltim sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Poprov) IV Kepulauan Bangka-Belitung Tahun 2014 lalu. Rencananya tahun 2018 mendatang, Kabupaten Bateng akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov ke V.

“Kita ke sini murni ingin belajar, karena kita akan menjadi tuan rumah Porprov V September 2018 mendatang. Kami ingin mencontoh kesuksesan Kabupaten Beltim sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov 2014 lalu,” ungkap Sekretaris Umum KONI Bateng, Prasojo.

Menurut Prasojo, pada kunjungan pertama ini KONI Bateng sudah cukup banyak belajar dan mendengar penuturan tentang penyelenggaraan Porprov dan pembinaan prestasi atlet. Rencananya dari KONI Bateng maupun panitia Porprov Pemkab Bateng akan kembali melakukan kunjungan untuk membahas hal tekhnis lainnya.

“Di mata kami, Kabupaten Beltim sangat sukses, baik dari pelaksanaan, prestasi maupun administrasi. Kami ingin mengadopsi cara-cara yang dilakukan Beltim baik dari penyelengaraan, venue pertandingan maupun pembinaan prestasinya. Ini baru kunjungan pertama, untuk hal-hal teknis serta detail tetap kita akan koordinasi. Kita juga akan mengundang mantan panitia untuk meninjau persiapan nantinya,” terang Prasojo.

Wakil Bupati Beltim, Zarkni Mukri menyambut dengan terbuka kunjungan KONI Bateng. Selaku mantan Ketua Umum Pelaksana Porprov 2014 Kabupaten Beltim, Ia mengaku siap berbagi pengalaman baik buruknya pelaksanaan Porprov lalu.

“Tadi sedikit sudah kita ceritakan pengalaman kita baik itu yang berhasilnya maupun pengalaman buruknya. Biar mereka dapat belajar yang sudah baik silahkan dicontoh, yang buruknya biar jadi bahan pembelajaran bersama. Kita tidak ada yang ditutup-tutupi, semua kita sampaikan” ujar Zarkani.

Selain itu, Zarkani juga membagikan pengalaman tentang kesulitan dan trik yang akan dihadapi dalam pelaksanaan Porprov.

“Saya tekanankan untuk penganggaran dan tata cara pengeluaran keuangan itu harus hati-hati. Karena untuk administrasi itu butuh ketelitian, kalau salah panjang urusannya. Yang jelas panitia harus kompak, rasa kebersamaan itu yang tidak bisa diabaikan,” kata Zarkani.

Sementara itu Ketua Umum KONI Beltim memberikan saran agar KONI Bateng segera menggelar sayembara maskot dan logo untuk Porprov 2018. Selain itu Ia juga menekankan agar panitia persiapan segera dibentuk.

“Saran aku tidak banyak yang penting mereka punya niat baik. Kalau mereka sudah punya niat yang baik hasilnya pun baik. Kalau bisa dari jauh-jauh hari sudah buat maskot dan logo, biar nanti ke depannya mudah. Terus juga bentuklah panitia persiapan biar fokus dan mudah berkoordinasi,” ucap Komarudin Muten yang akrab dipanggil Afa.

Afa juga menekankan agar Kabupaten Bateng jangan membeli atlet, namun lebih baik mencari pelatih yang sudah mempunyai pengalaman baik di tingkat nasional maupun internasional. “Jangan beli sewa pemain luar tapi carilah pelatih yang baik, kalau perlu dari luar yang punya pengalaman baik. Dan ingat, jika ada janji mengenai penghargaan ataupun bonus kepada atlet, harus diwujudkan jangan sampai nanti mereka mentalnya jatuh itu penting,” tutupnya. @2!

Senin, 04 Mei 2015

Basuri Ingin Metode Mengajar Dirubah

Bupati Beltim memberikan pengarahan kepada beberapa siswa SMA Negeri 1 Damar
Manggar, Beltim – Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T Purnama meminta agar Dinas Pendidikan dan guru-guru di Kabupaten Beltim memperbaiki sistem metode pengajaran dan pembelajaran terhadap siswa di sekolah. Ia menilai metode selama ini masih kurang efektif meningkatkan prestasi dan kemampuan mayoritas siswa dalam menyerap ilmu yang diajarkan. Namun, Ia menekankan kesalahan bukan pada pendidik tapi lebih kepada metode pengajaran.

“Ini kritik untuk sistem pengajaran kita dan harus kita perbaiki. Kenapa saya bilang salah, hasilnya itu yang kurang. Ini bukan karena guru kita tidak benar, tetapi ada yang harus diperbaiki pada sistem pengajarannya,” ungkap Basuri seusai meresmikan Uunit sekolah baru SMA Negeri 1 Damar, Sabtu (2/5).

Orang Nomor Satu di Kabupaten Beltim ini mengungkapkan, selama ini Ia masih mendengar laporan ada guru-guru serta sekolah yang menyuruh siswanya untuk belajar menghapal, bahkan mencatat. Ia beranggapan metode seperti itu sudah bukan jamannya lagi.

“Anak-anak kita tidak boleh dibebani dengan banyak hapalan. Mereka harus banyak membaca, menulis, serta diskusi, itu kuncinya. Guru sebaiknya memberikan tugas yang membuat siswa jadi ingin belajar sendiri atau kelompok, mencari data informasi dari buku ataupun internet,” kata Basuri.

Selain itu, Adik Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ini juga berharap institusi pendidikan formal dan guru-guru dapat membuat mata pelajaran, sekolah, serta kelas ruang belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan.

“Kalau siswa itu takut untuk datang ke sekolah atau takut dengan guru dan mata pelajaran tertentu itu artinya kita menerapkan cara yang salah dalam mengajarkannya kepada mereka. Makanya itu yang saya pernah saya minta kepada Dinas Pendidikan untuk membuat suatu terobosan agar siswa kita jadi semangat untuk datang ke sekolah. Tidak menganggap sekolah dan mata pelajaran sebagai momok yang harus ditakuti,” tutup Basuri. @2!

Warga Minta Fasilitas Sekolah Ditambah

Bupati dan wakil bupati beltim memukul gong menandai diresmikannya SMA 1 Damar
Manggar, Beltim – Warga Kecamatan Damar, khususnya orang tua siswa mengaku senang dengan berdirinya SMA 1 Manggar. SMA pertama di Kecamatan Damar yang terletak di Jalan Sumatera, Desa Mengkubang ini memang baru saja diresmikan oleh Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri T Purnama, Sabtu (2/5) kemarin. Dengan adanya SMA 1 Damar ini, para orang tua tidak perlu menyekolahkan anaknya jauh-jauh ke Kecamatan Manggar atau Kecamatan Kelapa Kampit. Selain itu sekolah baru juga dianggap akan membawa suasana baru bagi para siswa. Namun mengingat sekolah ini masih baru, orang tua berharap fasilitas belajar mengajar akan segera ditambah.

“Yang jelas dengan adanya sekolah ini kami merasa terbantu, dak perlu jauh nyekolahkan anak. Biasanya selama ini kalau mau melanjutkan ke bangku SMA anak-anak terpaksa harus sekolah ke Manggar atau Kampit,” ungkap Siti Nurazizah salah seorang orang tua siswa SMA Negeri 1 Damar saat acara Peresmiaan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 1 Damar, Sabtu (2/5).

Warga Desa Suka Mandi ini berharap ke depannya, pihak sekolah ataupun Dinas Pendidikan akan dapat menambah fasilitas penunjang pendidikan yang ada di SMA 1 Damar.

“Sebenarnya yang ada selama ini sudah baik. Cuman fasilitas seperti musollah, labor, kantin, dan lain lain juga sebaiknya ditambah,” ujar Siti.

Bupati dan wakil buati beltim menandatangani prarsasti peresmian sma 1 Damar
Kepala SMA Negeri 1 Damar, Riskan Akbari mengakui jika sekolah barunya memang belum banyak memiliki fasilitas penunjang belajar mengajar. Bahkan lapangan upacara SMA Negeri 1 pun sering becek terendam air. Untuk itu, Ia menyatakan terus mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim untuk diberikan anggaran penambahan fasiltas sekolah.

“Kita saat ini sedang mengajukan bantuan untuk kebutuhan pembangunan sarana ibadah musollah, laboratorium komputer, kimia/ biologi, bahasa, atau pun multimedia dan kantin. Kita juga berharap agar lapangan upacara diconblok dan sekeliling sekolah dipagar,” kata Riskan.

Selain mengaku masih kekurangan fasilitas penunjang belajar mengajar, Riskan juga mengatakan saat ini sekolahnya belum memiliki guru kesenian dan Bimbingan Konseling (BK).

“Sebenarnya kalau untuk tenaga pengajar dan TU, di sekolah kita sudah lumayan cukup. Namun untuk guru BK dan kesenian itu yang belum kita punya,” terangnya.

Terkait kurangnya fasilitas penunjang serta perbaikan lapangan upacara di SMA Negeri 1 Damar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Hartoyo menyatakan akan segera melakukan penambahan serta perbaikan secara bertahap.

“Kalau untuk penambahan conblok lapangan upacara, tahun ini akan segera kita anggarkan pada ABT (Anggaran Belanja Tambahan-red), termasuk untuk terasering agar gak banjir. Kalau untuk musollah baru bisa tahun 2016 mendatang. Sedangkan untuk fasilitas lainnya kita ajukan secara bertahap tidak bisa sekaligus,” kata Hartoyo.

Sedangkan untuk kekurangan tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Damar, mantan Kepala BKD ini mengatakan akan mengatur jadwal guru-guru di sekolah lain agar dapat mengajar di SMA Negeri 1 Damar.

“Untuk guru yang kurang nanti kita atur. Pemetaan kan sudah ada, jadi bagi guru yang kurang jam mengajarnya 24 jam kita suruh melengkapinya dengan mengajar di sini,” terang Hartoyo. SMA Negeri 1 Damar selesai dibangun pada tahun 2014 lalu, dengan menggunakan total Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2.200.350.000. Pada tahun angkatan pertama ini, SMA 1 Damar memiliki 78 orang siswa kelas 1, dengan fasilitas 6 ruang belajar mengajar, 11 orang guru dan 7 orang tenaga tata usaha. @2!

Rabu, 29 April 2015

Sekda Beltim: PNS Tidak Boleh Berpolitik

Manggar, Beltim – Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Talafuddin minta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Beltim dapat menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 ini.

Hal itu disampaikan Talafuddin usai mengikuti upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke XIX yang berlangsung di halaman kantor Bupati Beltim, Senin (27/4).

“PNS atau pegawai di lingkungan pemkab Beltim harus menjaga netralitas dan bekerja secara profesional. Tidak boleh aktif mendukung salah satu calon bupati atau calon wabup. Undang-Undang kan mengatur begitu,” kata Sekda.

Talafuddin menuturkan hingga saat ini belum ada laporan keterlibatan PNS dalam kegiatan politik.

"Sampai saat ini belum ada," katanya.

Sebelumnya dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Beltim Zarkani yang membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa PNS di daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak dapat menjaga netralitas.

“Dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, PNS diminta untuk menjaga netralitas, menjaga ketertiban dan keamanan serta mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya. (VER)